Thursday, August 11, 2016

Beasiswa Lucu

Kejadian ini terjadi ketika saya masih kuliah dulu, tapi enaknya saya cerita dari awal mula.

Jadi gini kebetulan saya lahir dan besar dan juga tinggal di desa di Jawa Tengah, keluarga kami termasuk keluarga yang berkecukupan, bukan yang kaya (rich) melintir kayak sosialita itu sih (jauh) tapi termasuk golongan yang berada (karena tinggal di Desa). Jadi mindset saya, saya selalu cukup (nggak pernah kurang) kalopun orang tua saya pernah ada financial problem (tapi alhamdulillah nggak sampe bangkrut kok), orang tua saya selalu menanamkan bahwa kehidupan kita cukup karena ada banyak orang lain yang jauh dibawah kita. Meskipun dulu pernah nanya ke orang tua pas SMP kenapa sih mobil kita kok nggak ganti-ganti itu mulu, dan orang tua saya jawabnya simple ya kan orangnya udah tua ya disesuaikan sama mobilnya, masa orangnya tua mobilnya muda.

Berhubung saya tinggal di desa dan kalopun SMA ke kota (tapi juga kota kecil sekali) beasiswa ditempat saya sekolah dari SD-SMA adalah beasiswa tidak mampu, jadi kalopun kamu rangking satu jaman SD gitu paling kamu dapet hadiah gitu dari sekolah dan isinyapun buku dan alat tulis. dan biasanya beasiswa sudah di plot dari sekolah untuk A, B, C jadi nggak ada istilah ngajuin beasiswa gitu. Jadilah seumur hidup saya waktu itu saya juga nggak pernah ngajuin beasiswa.

Nah ketika saya masuk ke perguruan tinggi, tentu berbeda dalam beasiswa. Beasiswanya banyak dan variatif, dan kamu harus aktif mengajukan diri kalo kamu mau beasiswa, nggak pandang kaya ato miskin, yang penting mau ngajuin dan memenuhi persyaratan (karena beasiswanya banyak macemnya kan). Di waktu kuliah ini saya juga nggak pernah terbesit untuk ngajuin beasiswa, karena saya merasa apa yang saya punya cukup, memang saya ke kampus jalan kaki, tapi kampus kosan kan deket hehehe. Sampai suatu ketika saat itu saya sebagai aktivis kampus (sumpah ini berlebihan istilahnya karena nggak demikian juga nyatanya) intinya, printer di ruang organisasi saya rusak, dan sepertinya ada yang ngasih saran untuk ikut ngeprint di ruang Kemahasiswaan fakultas saya. Sayapun datang ke departemen apa divisi ya, ya itulah kemahasiswaan bilang mau pinjam komputer untuk ngedit dan print heranya waktu itu boleh. Selama saya edit edit dokumen yang akan saya print, salah satu pegawai Kemahasiswaan yang saya kenal baik mengajak mengobrol sampailah pada titik ini:

Bapak Kemahasiswaan (BK): Ayah kamu kerja dimana nisa? (tipikal orang Indonesia kan, akan bertanya           demikian)
Saya (Me) : Ayah saya pak? (kemudian meneruskan tanpa menunggu jawaban) Ayah saya sudah meninggal pak. (Saya menjawab dengan enteng, karena bagi saya meninggal bukan Aib, dan memang Ayah saya Wafat ketika saya baru satu minggu kuliah).
BK : Inalillahi, kemudian Ibu kamu kerja apa nisa?
Me : Ibu saya pedagang pak (menjawab dengan enteng)
BK : oooh, kakak kamu kerja apa nisa?
Me : Kakak saya berdagang juga pak, bantuin ibu saya (jawab saya kalem)

tiba tiba jawaban yang saya tidak pernah sangka
BK : Nisa kamu sebaiknya mengajukan beasiswa deh
Me : hah? memang nggak papa pak (mindset saya waktu itu masih beasiswa itu untuk yang tidak mampu)
BK : Lho iya benar, Nanti saya bantu, ini syarat-syaratnya (sambil menyodori kertas)
Me : Harus pake keterangan surat tidak mampu pak?
BK : Iya nisa biar pasti dapet (sepertinya bapak ini juga berpikir bahwa saya berasal dari keluarga tidak mampu), nanti kasih ke saya pasti saya bantu.


Well, jawaban saya Jujur saya nggak bohong dan memang demikian adanya. Ibu saya memang pedagang, kakak saya yang alumni ITB dulu kerja dijakarta karena ayah saya meninggal harus meneruskan usaha ayah ibu (membantu ibu). Tapi mungkin tipikal orang indonesia yang mungkin sebagian berpikir mapan itu ya ketika kamu pegawai, kerja di perusahaan besar atau PNS, tentu pedagang adalah opsi yang kurang meyakinkan.

Kemudian saya bilang kakak saya, tentang syarat syaratnya yang paling memberatkan adalah pengurusan surat tidak mampu tadi, yang sebenarnya setelah saya tahu bisa diganti dengan surat layak mendapat beasiswa. Tapi berhubung saya belom pernah mengajukan beasiswa sekalipun saya ngotot akhirnya, ayo mas saya disuruh orang kemahasiswaan toh kenal deket juga sama perangkat di desa, dan ya nggak usah yang gimana gimana banget juga suratnya. Kakak saya dengan ogah-ogahan akhirnya mau juga. Akhirnya saya dapet beasiswa dan setelah saya lihat daftarnya banyak juga yang naik mobil yang ngajuin beasiswa (barulah isi kepala si anak desa terbuka).

Tidak lama dari percakapan saya dengan bapak kemahasiswaan sekitar sepertinya dua minggu kemudian temen saya yang aktivis tingkat dewa main dan mengobrol salah satu percapakanya:

Dia (D) : Lha iya kata pak BK beasiswa ini lucu kok, yang bermobil rame-rame ngajuin biar dapet beasiswa yang ndak mampu malah ragu-ragu ngajuin beasiswa, sampai disuruh sama bapake.

Sepertinya dalam percakkapan yang dimaksud BK adalah saya, temen saya nggak tahu juga mungkin kalo yang dimaksud saya.
Bukan saya sok kaya sih, tapi bener hidup saya cukup. Dan pedagang juga nggak selalu miskin bukanya 7 dari 10 pintu rejeki itu dari berdagang ya? tettooot.

tapi sekarang mindset saya beda kok, saya pengen S2 tapi beasiswa, mindset saya sudah bukan lagi beasiswa hanya untuk orang yang nggak mampu.
Rasanya seneng aja gitu, sekolah lagi tapi gratis. Pengen doang nih, cuma koar koar dimana mana tapi nggak ada usaha, sebenernya ada sih karena dikantor saya yang dulu termasuk bagus beasiswanya tapi ya sudahlah nanti nggak move on-move on.

nggak lucu ya? tapi keluarga saya pada ketawa sih kalo saya ceritain ini, beberapa temen juga ketawa, tapi yaudahlah.

saya kasih video rookie girlband korea (lagi-lagi korea) yang lagi hit
Check this out
kenapa saya nggak bisa share video asli dari artisnya untuk saya masukin di blog saya ini yah??


Monday, July 25, 2016

Cake by the Ocean


Selamat hari senin semoga menjalani hari senin dengan penuh semangat,,
yeaaaah I love monday :))

Wednesday, July 20, 2016

Berbagi Pengalaman : Seleksi Masuk PT Pelindo 3 (Persero) part 2

Assalamualaikum, post ini lanjutan dari post sebelumnya ya, bagi yang belum baca bisa di akses di link berikut ini : Berbagi Pengalaman : Seleksi Masuk PT Pelindo 3 (Persero) part 1

Nah mari langsung kita lanjutkan ke tahapan tes selanjutnya

TAHAPAN EMPAT : PSIKO TEST DAN INTERVIEW PSIKOLOG
Well, sejujurnya saya lupa jarak antara test ini dan test sebelumnya, yang jelas nggak lama sih apa seminggu apa dua minggu gitu, yang jelas nanti dilihat timeline-nya saja, karena Pihak dari panitia rekrutmenya sudah memberikan timeline pelaksanaan seleksi dan pengumumanya dan kalopun pengumumanya mundur nanti akan diberitahukan melalui website-nya, jadi rajin-rajinlah buka websitenya yah.
Nah, tes ini memakan waktu dua hari (oh ternyata beda beda tiap daerah, Semarang dua hari surabaya satu hari, entah kalo daerah yang lain yang jelas siap-siap dua hari aja), dimana hari pertama psiko test dan tes ini memakan waktu 4-5 Jam sekitaran segitu saya tes sampe magrib dari jam satu kayaknya. Tesnya banyak duh saya agak lupa nih, yang jelas berkaitan angka, gambar dan logika (yang kata kata itu) trus ada kreplin, terus ada yang b/s gitu mana yang paling mendekati. apalagi ya, ya gitu gitulah, point penting adalah makan yang banyak sebelum tes, karena tes ini sangat menguras tenaga dan kruyuk kruyuk itu sangat mengganggu konsentrasi.
Kemudian besoknya adalah tes wawancara psikolog berbeda dari tes sebelumnya tes ini tidak memakan waktu lama, kemudian yang ditanyain apa? ya beda beda sih tiap orang saya sendiri ditanyai terkait cv dan malah ngomongin film kesukaan yes we both (me dan interviewer) sama sama fans harry potter, jadilah interview ngomongin film.Well berhubung test went smooth bisa diprediksi kan untuk lolos ke test selanjutnya.

TAHAPAN LIMA : TES KESEHATAN
Yap, seperti yang sudah saya prediksikan sebelumnya kalo saya pasti akan lolos ke test selanjutnya memang benar terjadi, tes kesehatan ini diadakan di klinik atau rumah sakit milik Pelindo yaitu PHC, disemarang sendiri tempatnya agak dekat dengan daerah pelabuhan. Tes ini memakan waktu sekali karena harus ngantri dimana-mana, secara keseluruhan standar ya, mulai dari berat badan tinggi badan, minus atau buta warna enggak, oiya sama disuruh puasa untuk diambil darahnya, nanti habis makan juga diambil darahnya lagi, kemudian tes EKG atau rekan jantung, kemudian fisik dilihat juga, jadi cewek cowok dimasukan ke ruang terpisah gitu disuruh buka baju, sampe tinggal dalemanya aja, terus dicekin sama entah tes apa ya itu yang lututnya dipukul buat liat refleknya bagus apa enggak, sama ada satu lagi sepertinya yang saya lupa, total waktu sih lama dari jam 7 pagi antri kelar baru sekitar jam 3 sorean.

TAHAPAN ENAM : TES WAWANCARA USER
Oke, setelah lolos tes kesehatan sepertinya dua minggu kemudian (serius saya lupa berhubung sudah lebih dari dua tahun yang lalu) akhirnya pengumuman keluar, dan tes interview akhir ini dilakukan terpusat ya, di kantor pusat Pelindo 3 yaitu di Surabaya, waktu itu sih saya nginep di tempat adek kelas saya, sepertinya ada banyak penginapan kok di deket situ (kurang membantu ya kayaknya ini) tiap bidang di Interview berbeda dengan bidangnya, bahkan entry interview d3 dengan s1 saja berbeda sistem interviewnya, untuk kasus saya (Akuntansi Keuangan) saya di interview berdua oleh lima orang (mulai ragu ragu lima apa empat tapi sepertinya lima) orang akan bilang enak banget berdua, but trust me, ini nggak enak, karena jatohnya kayak saingan, gimana harus lebih bagus dari pada yang interview bareng kamu, ditanya banyak hal mulai dari hal umum, tentang cv, kegiatan akhir akhir ini, kenapa pengen masuk pelindo, sampai hal teknis yang berkaitan dengan akuntansi, iya semacam konsolidasi dan eliminasi. Waktu itu saya nggak belajar tentang hal teknis sih, tapi alhamdulillah masih inget aja pelajaran jaman kuliah yang itu, awal awal perkenalan pake bahasa inggris lama lama ngomong pake bahasa Indonesia juga sih. Saran saya sih sebelum kamu interview kamu harus bener bener baca tentang perusahaan tersebut, gampang perusahaan pasti punya web perusahaan dan bener bener dibaca, jadi jawaban kamu paling enggak inline lah sama visi atau misi perusahaan. Dan kamu juga harus lebih menarik dari saingan kamu, ada kasus dimana berdua sama sama lolos, untuk saya dan saingan saya, hanya saya yang lolos, saingan saya enggak.

begitulah tahapan tes masuk Pelindo 3, pengumuman dikeluarkan sekitar dua atau tiga minggu kemudian, dan  sebulan sebelum masuk orientasi perusahaan.
tahapan berikutnya akan lebih seru dari tahapan sebelumnya, iya karena kita rebutan sama orang orang yang udah lolos seleksi untuk diangkat jadi pegawai,
stay tune yaaaa
see yaaa

Tahapan berikutnya : Seleksi masuk PT Pelindo 3 (Persero) Part 3